Thursday the 14th - - Free Joomla 3.2 Templates

BBG2Tak pelak hendak menunggu teduhan sedikit, mentari tetap saja bersinar terik. Karena tak ingin mengurungkan niat, saya tetap harus memantapkan langkah untuk menembus gerahnya cuaca siang ini.

Saya terus berkendara melewati jalan menuju arah Semabung dan kemudian melewati Kecamatan Aik Itam. Perjalanan saya ini hendak menuju sebuah area agrowisata yang terletak di  sekitar Kawasan Industri Ketapang. Jika kita hendak menuju Pantai Pasirpadi kita akan medapatinya berada disebelah kiri jalan, kira-kira sekitar 1 kilometer sebelum pantai tersebut.  Karena lokasinya yang strategis, tempat wisata yang bernama Bangka Botanical Garden (BBG) ini gampang sekali diakses karena dekat dengan pusat kota Pangkalpinang dan sekitar 7 km dari Bandara Depati Amir. Awalnya kawasan ini merupakan bekas galian tambang timah yang kemudian direstorasi oleh sebuah perusahaan sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pertama-tama memasuki kawasan wisata agro yang seluas 300 ha ini, mata kita langsung tertuju ke arah seafood resto dan pondok jualan susu. Dari sini kita juga sudah langsung disuguhkan dengan pemandangan danau kecil yang berdampingan dengan resto. Sesekali beberapa ekor angsa dengan anggunnya berenang disekitar.

Melangkah sedikit kedalam, pemandangan pohon cemara yang tertata rapi seakan membentuk pola simetris yang semakin mengerucut dari kejauhan. Jalan yang masih merupakan tanah merah memberi  kesan yang kontras dengan hijaunya pepohonan. Asri, damai, dan menyejukkan. Justru itu saya semakin penasaran untuk lekas menjelajahinya lebih jauh. Konsep agrowisata yang ditawarkan disini diharapkan mampu membuka cakrawala baru bagi pengunjung dalam menikmati dan belajar tentang pertanian, peternakan dan perikanan dengan konsep  zero waste.

BBG3

 Zero waste adalah suatu proses yang memanfaatkan siklus daur ulang dari semua produk sisa. Misalnya kotoran dari sapi digunakan sebagai pupuk kompos untuk menyuburkan tanah. Tanah subur ini kemudian digunakan sebagai media tanam untuk varietas rumput. Rumput ini nanti yang akan digunakan sebagai pakan sapi. Jadi dari sapi kembali untuk sapi lagi. Selain itu, urine sapi juga dapat digunakan untuk usaha tambak ikan.

BBG4

“Saya suka konsep dari kebun ini” gumamku dalam hati.

Semilir angin yang membawa kepulan asap terlihat dari kejauhan.  Belum jauh berjalan kita akan menemukan pondok kecil terbuka. Ternyata asap itu berasal dari tungku kayu bakar yang sedang memasak jagung rebus dalam dua panci besar. Pondok ini merupakan pasar kecil yang menyediakan berbagai buah-buahan, sayuran segar hasil produksi sendiri dan beberapa minuman ringan. Minimal kita bisa bersantai dulu disini sembari makan jagung dan menikmati pemandangan kolam ikan dengan saung-saung kecil diseberang jalan.  Ada sekitar 3 orang penjaga dipondok ini yang melayani pemesanan maupun sesekali menjawab pertanyaan saya seputar BBG. Pelayan ini adalah warga sekitar sekaligus sebagai penjaga kebun.

BBG11

Setelah istirahat sejenak  melepas dahaga, saya kemudian melanjutkan perjalanan untuk berkeliling kebun wisata ini. Sesekali saya berhenti di spot tertentu untuk mengambil gambar dengan kamera yang saya gunakan.

Beberapa tempat yang kemudian saya datangi itu, diantaranya adalah:

BBG5

Tempat pemancingan. Tempat pemancingan yang berupa saung-saung kecil yang berjejer disepanjang danau bekas tambang timah ini dapat dijadikan tempat menghilangkan stress bagi yang mempunyai hobi sebagai pemancing. Ruangan saung yang lumayan lega bisa juga dijadikan tempat istirahat dan berkumpul bersama keluarga.

BBG6

Kebun buah naga. Pohon menyerupai kaktus raksasa ini tersusun dengan rapi  dilahan ini. Tapi saat itu buahnya masih kehijauan. Karena memang bukan masa panen sehingga saya cukup memandangnya dari kejauhan. Selain itu, banyak juga terdapat tanaman hias, sayuran maupun buah-buahan yang dikembangbiakkan disini seperti buah kurma, jambu air, pepaya, sawi dan sebagainya

BBG7

Rumah panggung. Menyusuri jalan merah menuju rumah panggung dengan pohon pucuk merah disepanjang tepi jalan merupakan pemandangan yang asri. Rumah panggung  yang merupakan rumah adat bangka ini dikelilingi halaman dan taman yang cantik. Sehingga tidak mengherankan, tempat ini menjadi favorit untuk pasangan  yang melakukan  photo prewedding.

BBG9

Peternakan sapi perah. Tidak jauh dari rumah panggung agak ke belakang sedikit anda akan mencium aroma khas peternakan. Peternakan ini memelihara banyak sapi perah maupun pedaging. Ada beberapa jenis sapi perah yang dipelihara disini seperti sapi perah Friesland Holstein yang bearasal dari Belanda maupun sapi perah lokal. Sedangkan untuk sapi pedaging, terdapat jenis sapi pedaging Limousin dari Prancis, sapi pedaging Black Angus dari Skotlandia, dan juga sapi Bali. Petugas memeras susu sapi merupakan pemandangan yang sudah biasa disini. Jika tertarik, Anda juga diajak untuk belajar memerah  susu disini. Susu ini nanti akan diproses dan dipasteurisasi di lokasi khusus.

Budidaya ikan. Berbagai jenis ikan dikembangbiakkan dalam beberapa kolam tambak ikan. Diantaranya ikan nila, mujair, lele dan sebagainya. Melewati  area perikanan, di beberapa kiri kanan jalan masih terlihat banyak rawa-rawa. Sesekali mungkin Anda akan berpapasan dengan biawak yang melintasi area ini.

Bangka Botanical Garden

Not really want to waste time to wait for a little shade,  the sun was still shining hard. Because not discouraged, I had to determine to break through the heat that afternoon.

I continued to drive past the road leading Semabung and then passed through the District Aik Itam. The trip would go to an area located around industrial area at Ketapang. If we are going to the beach Pasirpadi we will find it on the left road, roughly about 1 kilometer before the beach. Because of its strategic location, a tourist attraction called Bangka Botanical Garden (BBG) is easily accessible as it is close to the city center Pangkalpinang and about 7 km from the airport Depati Amir. Formerly this area was dug tin mine which was then restored by one of company as a Corporate Social Responsibility (CSR).

BBG1

when entering the agro tourism area of 300 ha, our eyes are immediately drawn towards seafood restaurant and lodge selling milk. From here we also have immediately fascinated with the views of a small lake adjacent to the restaurant. Occasionally some geese gracefully swimming around.

Stepping a little inside, view of the pine trees seemed to form a neat symmetrical pattern increasingly conical from a distance. The road was still a land of red gives the impression that contrasts with the green of the trees. Beautiful, peaceful, and soothing. Precisely because of that, I was more curious to quickly explore it further. The concept of ecotourism is offered there, is expected to open up new horizons for visitors to enjoy and learn about agriculture, livestock and fisheries with the concept of zero waste.

Zero waste is a process that utilizes recycled cycles of all waste products. For example, from cow dung is used as manure compost to enrich the soil. Fertile soil is then used as a growing medium for grass varieties. This grass will later be used as the cow feed. So from cow to cow back again. In addition, cow urine can also be used for fish farming.

"I love the concept of this garden" I muttered to myself.

BBG12

Breeze that carried smoke visible from a distance. Not to far to walk we would find an openly small hut. It turned out that the smoke was coming from wood-burning stoves that were cooking corn in two large pots. That hut was a small market that provides a variety of fruits, fresh vegetables, which were its own production, and some soft drinks. At least we could relax while eating boiled corn here first and enjoy the view of the fishing pond with small huts across the street. There were about 3 waiters to serve orders and occasionally answer my questions about the BBG. Waiters were locals as well as the keeper.

After a short break to quench thirst, then I went to look a sight around. Once in a while I stopped at certain spots to take pictures with the camera I use.

Some of the places I visited there, such as

BBG13

Fishing Area. Fishing area encompasses small huts lined up along the lake that formerly tin mining, could be a place to relieve stress for those who have a hobby as an angler. it could also be a place to get a relax and gather with family.

Dragon fruit plantation. It resembles a giant cactus, were planted neatly in the land. Unfortunately the fruit was still greenish. Because it was not harvest so I looked at them from a distance. In addition, there are also many ornamental plants, vegetables and fruits are cultivated here such as palm fruit, guava, papaya, cabbage and so on.

Stilt house. Down the street to a stilt with red bud tree along the side of the road is a beautiful sight. It is a custom house of Bangka, surrounded with green yard and a pretty garden. So, no wonder, the place is a favorite for couples who do prewedding photo.

BBG10

Dairy farms. Not far from the stilt house to the back a little, you will smell the distinctive aroma the farm. The ranch keep many dairy cows and beef cattle. There are several types of dairy cows are kept here such as the Friesland Holstein from the Netherlands and local cow. in addition, there are kinds of beef cattle such as French Limousin, Black Angus from Scotland, and Bali cattle. Ranchers who milking is common sight here. If interested, you are also invited to learn milking here. This milk will be processed and pasteurized in a special location.

BBG8

Fish farming. Various types of fish bred in fish farms, such as tilapia, mujair, catfish and so on. Passing through the fishing farming, in some sides of the road are still looked many swamp. Once in a while probably you will cross paths with lizards that cross this area.