Wednesday the 20th - - Free Joomla 3.2 Templates

Terletak di desa Namang Kabupaten Bangka Tengah, ternyata masih ada sebidang hutan yang masih layak untuk dibanggakan. Hutan ini merupakan gambaran pohon-pohon yang telah tumbuh di tanah Pulau Bangka, misalnya spesies pohon seperti gelam, leting, pelawan, dan rempodong. Bisa dikatakan pohon-pohon ini sekarang susah ditemukan karena jumlahnya yang terbatas. Meskipun banyak jenis pohon lainnya yang tumbuh dan ditanam dikawasan ini, tetapi hutannya dinamakan sebagai “Hutan Pelawan”.

ista 1
                                                                                                                  Photo courtesy of @ista69
Hutan pelawan adalah nama yang khas yang mewakili karakter hutan di Pulau Bangka. Pohon ini berwarna merah dengan tekstur kulitnya tipis dan terkadang seperti mengelupas. Tak heran disela-sela ratusan pohon lainnya, kita sangat dengan mudah membedakannya.

Kawasan Hutan Pelawan ini sekarang telah menjadi salah satu objek wisata di Bangka. Pemerintah dan masyarakat setempat telah menciptakan dan merubah sebuah hutan menjadi destinasi yang nyaman dan mudah ditempuh sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan hutan yang alami dan menyegarkan. Selain pemandangan hijau yang menyegarkan, kicauan burung juga ikut bernyanyi menyambut kedatangan pengunjung.

Ketika memasuki hutan sebaiknya tidak lupa untuk berfoto di gerbang selamat datang yang juga dikiri kanannya ditempelkan dengan ornamen patung berbentuk lebah. Paling tidak momen ini sebagai penanda bahwa anda sudah pernah berada disini. Untuk masuk kedalam hutan, pengunjung tidak perlu khawatir dengan semak hutan yang menghalangi karena telah dibuatkan jalan setapak untuk memasuki hutan serta jembatan-jembatan kecil berwarna merah yang menarik siapapun untuk mengabadikan momen ketika berada disini. Di kiri kanan juga sudah dibuatkan pondok kayu yang merupakan tempat untuk berhenti atau sekedar melepas lelah.

Selain karakternya unik, sedari dulu pohon pelawan sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat. Pada zaman dulu, orang-orang sering menggunakannya sebagai kayu bakar, karena mudah terbakar. Ada juga yang memanfaatkan sebagai tiang (junjung) untuk perkebunan lada. Namun tidak kalah penting lainnya, pohon pelawan merupakan sumber makanan lebah yang memproduksi madu yang kini menjadi terkenal yaitu madu pelawan.

Madu Pelawan ini rasanya sedikit pahit. Orang-orang bilang rasa pahitnya hanya dilidah saja, tapi ketika ditelan pahitnya tidak membekas. Walaupun begitu, khasiatnya sangat luar biasa. Secara klinis, rasa pahit madu ini berasal dari kandungan alkaloid yang berfungsi sebagai antiinfeksi dan baik untuk menjaga daya tahan tubuh.

ista 2
                                                                                                       Photo courtesy of @ista69
Selain madu, ada juga jamur pelawan yang menjadi andalan. Pembudidayaan jamur pelawan yang tumbuh subur dapat menjadi salah satu potensi kekayaan alam masyarakat Bangka. Jamur ini harganya sangat mahal bahkan pernah mencapai satu juta rupiah per kilogram. Memang agak susah mendapatkan jamur ini karena hanya tumbuh dimusim tertentu saja. Jamur ini tergolong jamur endemik yang mana hanya akan ditemui dimusim penghujan yang disertai banyak guntur atau petir. Belum tentu semua orang Bangka juga pernah mencicipinya. Penasaran kan?!!