Thursday the 19th - - Free Joomla 3.2 Templates

maras1

Photo courtesy of @lisafakar

Kegiatan yang memacu adrenalin bagi sebagian besar anak muda adalah sesuatu yang harus ditaklukkan. Belum tentu semua orang berani melakukannya. Tidak hanya soal menantang saja, tapi timbul atas dasar kecintaan terhadap keagungan alam semesta. Salah satunya adalah mendaki gunung. Karena membutuhkan stamina yang prima, tidak bisa dipungkiri mayoritas peserta nya lebih banyak didominasi oleh kaum pria. Tapi tidak menutup kemungkinan juga ada beberapa kaum wanita menyukai kegiatan seperti ini.

Sebagai daerah dengan bentuk kepulauan yang tidak terlalu besar, menjelajahi Pulau Bangka dari pantai sampai gunung merupakan agenda yang sudah menjadi rutinitas untuk mengisi waktu kosong. Mungkin bagi komunitas pencinta alam, mendaki gunung sudah dimasukkan kedalam jadwal per berapa bulan. Di Bangka, salah satu gunung favorit bagi pecinta alam adalah Gunung Maras.

Berlokasi di Kampung Rambang, Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka, gunung Maras yang mempunyai ketinggian 640 mdpl ini berjarak sekitar 70 km dari kota Sungailiat atau sekitar 33 km dari kota Belinyu. Bisa dikatakan jarak tempat ini cukup terjangkau. Disarankan lebih praktis menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju lokasi ini. Kendaraan tersebut dapat dititipkan dirumah warga sekitar. Sebelum memulai pendakian tentunya jangan lupa mempersiapkan segala keperluan menuju ke puncak seperti obat-obatan, makanan dan air tentunya. Apalagi di musim kemarau, sangat sulit mendapatkan air di puncak Maras.

Mendatangi sang Juru Kunci adalah salah satu hal yang boleh dipertimbangkan sebelum  mendaki. Juru Kunci adalah orang yang dipercaya/dianggap warga sekitar sebagai penakluk atau lebih mengetahui tentang seluk beluk Gunung Maras. Ini dimaksudkan untuk meminta izin sekaligus meminta panduan  agar kita diberikan keselamatan selama perjalanan.

Perjalanan ke puncak dimulai dengan melewati jembatan perimping yang membelah sungai. Disini merupakan salah satu spot yang menarik untuk diabadikan dalam sebuah photo.  Seperti hutan gunung pada umumnya, sepanjang perjalanan mata kita akan dimanjakan oleh hijaunya hutan lindung dengan kontur kadang-kadang tanjakan, kadang-kadang turunan.  Selain kita dapat melihat pemandangan alam dengan sudut yang lebih luas dari kiri dan kanan jalan, di kawasan kaki gunung ini juga terdapat  air terjun yang sejuk, dingin dan menyegarkan. Cocok untuk mandi atau melepas dahaga sejenak sewaktu perjalanan.

maras2

Photo courtesy of @koddenkidd

Ketika kaki menjejakkan langkah di puncak pendakian adalah detik yang paling ditunggu dari sebuah perjuangan karena hasilnya kini terlihat di depan mata, yaitu pemandangan yang jauh lebih indah dan membentang luas dari sebelumnya.  Semua lelah seakan terbayar dengan kepuasan yang kita rasakan. Menikmati sunset dan bersenda gurau dengan teman-teman tercinta dari titik tertinggi di Pulau Bangka ini tentunya adalah momen yang tidak mungkin terlupakan.

Satu hal yang cukup menarik, di kawasan Gunung Maras ini dikenal adanya istilah mistis “buluh perindu” yaitu suara merdu yang berasal dari gesekan pohon bambu. Kononnya ketika orang dapat mendengar dan kemudian terbuai dengan alunan merdunya, yang bersangkutan akan tersesat di perjalanan dan tidak akan kembali lagi. Percaya gak Percaya ya?!